Foods and Your Health

JAM PIKET ORGAN TUBUH

LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat,
sebaiknya makan pagi untuk proses
pembentukan energi tubuh sepanjang hari.
Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum
sarapan pagi, perut masih kosong
sehingga zat yang berguna segera
terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam
mentransportasi cairan nutrisi untuk
energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam
ini mengantuk, berarti fungsi limpa
lemah. Kurangi konsumsi gula,
lemak,minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus
istirahat, hindari panas dan olah
fisik, ambisi dan emosi terutama pada
penderita gangguan pembuluh darah.

HATI
Jam 13.00 – 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang
tidur, darah merah berkumpul dalam
organ hati dan terjadi proses
regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi
hati kuat maka tubuh kuat untuk
menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah,
diperlukan istirahat, tidur untuk
proses pembuangan racun dan proses
pembentukan energi paru-paru

GINJAL
Jam 17.00 – 19.00
Jam piket organ
ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk
belajar karena terjadi proses
pembentukan sumsum tulang dan otak serta
kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya
tidak mengkonsumsi makan yang sulit
dicerna atau lama dicerna atau lebih
baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 – 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi
proses pembuangan racun dan proses
regenerasi sel limpa. Sebaiknya
istirahat sambil mendengarkan musik
yang menenangkan jiwa, untuk
meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00
Jam piket organ jantung lemah.
Sebaiknya sudah beristirahat tidur,
apabila masih terus bekerja atau
begadang dapat melemahkan fungsi
jantung.

HATI
Jam 01.00 – 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi
proses pembuangan racun/limbah hasil
metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan
fungsi hati tercermin pada kotoran dan
gangguan mata. Apabila ada luka dalam
akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi
proses pembuangan limbah/racun pada
organ paru-paru, apabila terjadi
batuk,bersin- bersin dan berkeringat
menandakan adanya gangguan fungsi
paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk
olah nafas untuk mendapatkan energi
paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00
Jam piket organ usus besar kuat,
sebaiknya biasakan BAB secara teratur

document.write(getScriptTag(1));null
document.write(getScriptTag(2));null
document.write(getScriptTag(3));null
document.write(getScriptTag(4));null

1 TAMPARAN UNTUK 3 PERTANYAAN

Ada seorang pemuda lama sekolah di
luar negeri, kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah ia meminta kepada
orang tuanya untuk mencari seorang
guru agama, kiyai atau siapa saja yang
bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya orang tua pemuda itu
mendapatkan orang tersebut, seorang
KYAI.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa
menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan
izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan
anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor
dan ramai orang yang pintar tidak mampu
menjawab pertanyaan saya.

Kiyai : Saya akan mencoba sejauh
kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan
wujud Tuhan kepada saya?
2.Apakah yang dinamakan takdir?
3.Kalau syaitan diciptakan dari api
kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat
dari api, tentu tidak menyakitkan buat
syaitan. Sebab mereka memiliki unsur
yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah
berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi
pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa
anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah.. Tamparan itu
adalah jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak
mengerti.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan
sakit.

Kiyai : Jadi anda percaya bahwa sakit
itu ada?

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit
itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan
pertama.. kita semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat
wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi
akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh
anda akan menerima tamparan dari saya
hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Terbuat dari apa tangan yang saya
gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari
api dan neraka juga terbuat dari
api, jika Tuhan menghendaki maka neraka
akan menjadi tempat yang menyakitkan
untuk syaitan.

Ilmu merupakan harta abstrak titipan
ALLAH SWT kepada seluruh manusia yang
akan bertambah bila diamalkan, salah
satu pengamalannya adalah dengan
membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
membutuhkan.

Janganlah sombong dengan ilmu yang
sedikit, karena jika ALLAH SWT
berkehendak ilmu itu akan sirna dalam
sekejap, beritahulah orang yang tidak
tahu, tunjukilah orang yang minta
petunjuk, amalkanlah ilmu itu,,

Through another Way

Kamis..official day terakhir yang menjadi momentum awal perjalanan. Secara resmi kami sudah dilantik sebagai peserta Sekdilu 33. The gate for another future i suppose.

A long road to go, but the choice has been taken. So, next is just a matter of commitment, faith and the devotion of what has been done.

Betapa kehidupan selalu penuh plot berliku dan jalan cerita yang berputar-putar. Penuh gap dan suspense yang membuat alurnya sedemikian berwarna. Tak terduga, sarat dengan kejutan-kejutan yang akhirnya membuat jalan ceritanya makin asyik tuk disyukuri.

Bulan Juni-Agustus lalu aku masih berdiri di sebuah sudut yang berbeda. Di ujung Garut-Tasik, di bukit-bukit terjalnya. Di jauhnya Desa Cinta Damai yang benar-benar damai karena keterpencilannya. Desa yang menjadi saksi betapa masih ngerinya tata pemerintahan Negeri tercinta ini. Tapi salut dengan beberapa guru disana yang rela menerjang puluhan kilometer jalan berbatu demi segelintir anak yang ingin mencari secercah cahaya. Masih kuingat betapa lelahnya mencari SMP yang sedemikian tersembunyi karena berada di ujung bukit dan baru kutemukan setelah satu jam dan menempuh 12 km perjalanan dari kantor kecamatan. Mungkin karena kebanyakan kesasar dan susahnya akses jalan sehingga rasa lelah begitu mendera. Apalagi jalanan tanah berpadu dengan batu-batu besar membuat jantungku berdebar lebih kencang karena takut terperosok ke jurang-jurang di tepi jalan. Terlebih aku hanya sendirian dengan motor berban licin dan rem depan yang agak kendor. Salah juga sudah dholim sama motor dengan tidak mengindahkan perawatannya. Pinjaman lagi. Alhamdulillah, semua terobati oleh sepoi angin di puncak bukit sembari menikmati bangunan setengah jadi SMP Negeri 1 Sukaresmi dengan total muridnya yang kurang dari 75. Bahkan dari berita para pengajarnya, saat musim hujan tiba akan makin sedikit makhluk yang datang karena jalan yang teramat licin atau kasus jembatan putus yang hanyut oleh banjir. Namun semangat orang-orang tersebut membuatku malu. Rasa hormat para murid pada para guru mengundang haru. Aku yang tiada mereka kenal sudah kebagian salam hormat penuh hidmat dan sapaan hangat. Kukira mereka akan malu-malu, tapi ternyata keterpencilan mereka tidak membuat anak-anak itu minder. Ya….kenangan manis yang sekarang masih tersisa. Jadi sebegitu syahdu membayangkan kehidupan di laskar pelangi.

Masih kuingat pula enaknya nasi hangat plus sayur kacang merah, garam dan cengek. Begitu sederhana namun nikmat terasa karena bumbunya adalah ketulusan sepenuh hati dari tuan rumah. Beliau seorang paraji (dukun bayi) yang cukup dihormati dan dikenal luas oleh warga sekitar. Rumahnya sederhana, tak ada ruang-ruang khusus karena memang begitu masuk yang kulihat berikutnya adalah pintu dapur. Hanya ada satu petak ruang khusus untuk tempat tidur dengan sekat kain korden satu set kursi tamu kusam dari kayu dengan busa yang sudah tak karuan. di sudut lain ada buffet berisi pakaian orang serumah. Tak ada perabot lain di rumah berlantai kayu dan berdinding bambu itu. Tapi sungguh aku kerasan di dalamnya dan ingin rasanya bermalam disana bersama damai  dekapan sang nini.

Beliau dan orang-orang di desa Sukaraja hanyalah sebuah representasi negeriku. Sebagian begitu nrimonya dengan keadaan mereka. Mereka bersyukur dan bersabar dengan apa yang ada. Tapi bukankah syukur dan sabar sebenarnya bukan bahasa pasif… Saat bersyukur bukankah seseorang akan semakin mengulurkan tangannya untuk melakukan amal nyata? Akan semakin bertambah dan bertambah kebaikannya? Dan bukankan dengan bersabar seseorang akan terus dan terus meningkatkan ketahanannya untuk tetap berusaha, walau sedemikian payahnya? Ia tidak patah dan menyerah kalah dengan keadaan yang melingkupinya tapi bertahan dan mencari terobosan agar kuat dalam keteguhan?

Mereka orang-orang yang kuat memang. Meskipun harus membayar Rp 25.000,- untuk sebuah KTP atau bisa lebih murah menjadi Rp 10.000,- jika dilakukan kolosal. Tapi mereka bertahan dengan memanfaatkan daun-daunan yang ditanam di kebun untuk makan harian. Asin pun sudah jadi barang mahal walau hanya seharga Rp 1500,- per ons. Itu hanya bisa terbeli sekali atau dua kali seminggu. Mereka bertahan, tetap mencintai pimpinannya walau ternyata jatah beras belum turun juga. Tetap setegar rerumputan. Itulah yang mereka lakukan. Tak peduli seberapa keras tekanan yang ada di atas dan di sekitarnya, mereka bertahan dalam keringnya kemarau atau derasnya aliran air di kala penghujan. Kebanyakan harus tertatih mengais kehidupan di lahan mereka sendiri. Yang mereka tahu hanya mengais, mengais dan terus mengais sampai mereka tidak menemukan apa-apa selain kerikil di tanah nan kering. Barangkali karena mereka memang tidak dikenalkan dengan cangkul, bajak, atau traktor.

And today…

in quite the opposite corner i stand.  Bersama mereka para pembuat kebijakan. Pengemban amanah bumi. Jarak ekstrim yang membuatku melihat dari ujung bukit yang berbeda. Di sini bukitnya buatan manusia. Sepoi anginnya lain karena bisa distel sesuai kemauan penghuninya. Mau makan dengan lauk 3-4 macam sekaligus semua tinggal sendok karena sudah tersedia–sementara waktu gratis pula. Pengen belajar atau membaca tak perlu lah berkilometer berjalan karena tinggal bangun dari kasur, buka laptop klik sana klik sini tiba-tiba dunia sudah ada di pelupuk mata. Tak perlu menyapa dan memberi sapaan penghargaan kepada siapapun karena dunia sudah sedemikian sempit sehingga hubungan mutual kadang kehilangan makna terdalamnya. Loe loe guwe guwe. Well at least tak semua demikian. Paling enggak di flat dan lingkungan sekitarnya baik-baik dan nyaman-nyaman saja. Bersyukur karena masih tersisa nuansa manusia di beberapa sudut. Bisa jadi sebagian hanya prasyarat basa-basi agar nuansanya manusiawi. Selebihnya tersisa dalam budaya robotika. Sebagian lagi  tersekat dalam kotak-kotak primordialisme…berlebihankah semua perasaan ini? Terlalu melankoliskan? Hope the true facts were not that close with the impressions in my head. Some might say culture shock..well could be, walau sejauh ini masih bisa jalan lah dengan common sense yang kuyakini. Meskipun terkadang semua kehangatan selaksa hancur saat kumasuki dinginnya Senayan City. Keindahan yang berbeda karena kebanyakan terkurung dalam dinding dinding kaca yang tak semua bisa memiliki.

Kutub-kutub bumi memang selalu berseberangan. Yang satu ada bersama yang lain. So, it’s not a big deal. Masalahnya adalah bagaimana yang satu menyadari keberadaan yang lain. Memahami dan mencoba saling berkait untuk menjalin kelangsungan hidup masing-masing.

Demikiankah?

Sudahkah?

Hmm…

Sebaiknya kusiapkan saja bekal esok hari…kuliah bersama Mr. Boer Mauna tentang Hukum Internasional. It’s getting late and lengthly and nonsense.

Hope that through this way, i still be able to focus to my end.

A long road it might be but i’ll get through it

Kepemimpinan

Kepemimpinan

Dalam dunia usaha, kepemimpinan amatlah vital. Saya mengklaim (walau tanpa survey pasti), bahwa sekurang-kurangnya 60-70% keberhasilan dalam dunia usaha ditentukan oleh kepemimpinan dan sistem kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Sisanya tergantung pada strategi perusahaan, manajemen, sumber daya, dll. Perhatikan bahwa apa yang saya katakan adalah kepemimpinan dan sistem kepemimpinan, bukan satu pemimpin yang karismatik yang menjadi tumpuan semua orang. Ini artinya bahwa kepemimpinan dalam organisasi secara menyeluruh dalam semua aspek struktural baik, dan apabila seorang pemimpin yang baik mundur akan tergantikan oleh pemimpin lain yang baik juga.

Mengingat besarnya peranan kepemimpinan dalam organisasi, kita sebaiknya mempelajari gaya kepemimpinan. Mana dari semua gaya tersebut yang baik untuk dilakukan. Saya menyadur tulisan ini dari buku “Kepemimpinan berdasarkan kecerdasan emosi” dari Daniel Goleman yang saya rasa sangat bagus dibaca (bukan promosi loh).

Gaya kepemimpinan ada 6 macam, sebagian bersifat resonan dan sebagian bersifat disonan. Resonan artinya bahwa gaya tersebut dapat membangun harmonisasi dalam tim secara alami, dan sebaliknya disonan akan cenderung bersifat destruktif jika dilakukan terlalu berlebihan. 6 gaya ini harus dikuasai sekaligus jika ingin menjadi pemimpin yang baik, dan kita harus melaksanakannya melihat situasi yang terjadi. Pemimpin yang baik akan bersikap fleksibel, secara otomatis akan berubah gayanya jika menghadapi kondisi yang berbeda. Dalam satu kondisi tertentu, bahkan gaya yang resonan dapat menghasilkan sesuatu yang buruk.

Walau pemimpin yang baik harus mampu menguasai semua gaya, biasanya orang hanya akan cenderung ke beberapa jenis gaya saja. Nah, manakah kecenderungan gaya kepemimpinan Anda?

http://myquran.org/forum/index.php?topic=13741.0

Ramadhan

Ramadan (Arabic: رمضان, Ramaān) is an Islamic religious observance that takes place during the ninth month of the Islamic calendar, when the Qur’an was revealed. The name “Ramadan” is taken from the name of this month; the word itself derived from an Arabic word for intense heat, scorched ground, and shortness of rations. It is considered the most venerated and blessed month of the Islamic year. Prayers, sawm (fasting), charity, and self-accountability are especially stressed at this time; religious observances associated with Ramadan are kept throughout the month.
Ramadan is divided into three ten-day parts, or ashra (
Arabic for ten). They are named Rahmat (mercy of God), Maghfirat (forgiveness of God), and Najat (salvation), respectively. Laylat al-Qadr, which falls during the last third, commemorates the revelation of the first verses of the Qur’an and is considered the most holy night of the year. Ramadan ends with the holiday Eid ul-Fitr, on which feasts are held. During the month following Ramadan, called Shawaal, Muslims are encouraged to fast for a further six days.

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Tahu Artinya

Al-Quran sesungguhnya merupakan kitab yang berisi petunjuk dasar untuk hidup di alam dunia. Dengan menggunakan petunjuk itulah, kita diminta oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam arti luas, bukan terbatas pada ruang lingkup ritual dan sakral, tetapi seluruh aplikasi kehidupan manusia sesungguhnya bagian dari ibadah. Tanpa menggunakan petunjuk itu, maka apapun yang kita niatkan sebagai ibadah akan sia-sia.

Maka selayaknya sebagai muslim, kita bukan sekedar hanya membaca Al-Quran sebagai ritus ibadah, tetapi lebih dari itu, seharusnya kita mempelajari maknanya, mendalami esensi isinya, serta pengimplementasikan perintah-perintah yang ada di dalamnya menjadi suatu tindakan yang nyata.

Al-Quran sendiri telah mengumpamakan orang yang membaca kitab namun tidak mengerjakan isinya seperti layaknya keledai yang memanggul kitab.

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. Al-Jumu’ah: 5)

Maka menjadi kewajiban kita untuk mempelajari isi kitabullah, sebagaimana ciri orang yang bersifat rabbani.

Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS. Ali Imran: 79)

Perintah untuk melakukan tadabbur Al-Quran juga kita dapati sebagai sebuah keharusan sebagai seorang muslim.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quraan ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Sekedar Membaca pun Ibadah

Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa Al-Quran itu memang lain dari wahyu yang lain. Salah satu kelebihannya adalah bila dibaca, meski tidak dipahami maknanya, Al-Quran tetap mendatangkan pahala. Walaupun manfaatnya menjadi sangat sedikit dibandingkan bila kita paham maknanya.

Namun perintah membaca tetap ada, sehingga meski kita belum menguasai bahasa arab, tetap saja membaca Al-Quran merupakan perintah dari Allah SWT. Perintah untuk membaca Al-Quran kita temukan bertebaran di dalam Al-Quran sendiri, di antaranya ayat berikut ini:

Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.(QS. Al-Muzzammil: 20)

Selain ayat Quran juga banyak hadits nabawi yang menganjukan kita untuk membaca Al-Quran, tanpa menekankan pentingnya kita mengerti maknanya.

1. Orang yang Baca Al-Quran dengan Yang Tidak Baca Berbeda

Salah satu nash hadits secara tegas membandingkan orang yang membaca Al-Quran dengan yang tidak membaca Al-Quran.

Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Al-Quran atau tidak membacasudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Al-Quran.

2. Bersama Malaikat

Hadits ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang orang yang membaca Al-Quran, yaitu dijanjikan Allah akan di tempat bersama dengan para malaikat.

Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” (HR Bukhari Muslim)

Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya membaca Al-Quran.

3. Bacaan Quran adalah Syafaat

Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Quran sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir nanti.

Dari Abu Umamah Al-Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, “Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)
4. Diberi Pahala per Huruf

Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Al-Quran ketika Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” (HR At Tirmidzi dan berkata, “Hadits hasan shahih).

Betul-betul disebutkan bahwa membaca Al-Quran itu berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.

Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca Al-Quran tanpa memaham arti, juga sudah mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar, manakala kita pun juga mengerti dan paham makna bacaan yang kita baca.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/7918035145-hukum-membaca-al-qur039an-tanpa-tahu-artinya.htm

Mencintai Rosululloh

Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara , isteri-isteri,kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) jalan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. QS: At-Taubah: 24

Cinta adalah sebuah ungkapan yang sangat indah dalam kehidupan manusia, dengan cinta manusia bisa sengsara dan dengan cinta pula manusia bisa bahagia, bahkan surga bisa diraih dengan cinta, yaitu cinta yang hakiki kepada manusia terpilih Muhammad Saw.

Cinta kepada Rasulullah Saw dengan sebenar-benarnya cinta, merupakan pondasi aqidah seorang muslim. Kita bisaa mencontoh bentuk-bentuk cintah yang benar dan membuahkan hasil di dunia maupun di akhirat dari generasi As- Salafus Shalih. Kita bisa menelusuri jejak mereka dalam bercinta dengan kekasih melia Rasulullah Saw, bagaimana mereka menagorbankan jiwa, harta, anak, oranga tua dan asegala apa yang dimilikinya.

Banyak orang yang mengaku cinta Rasulullah Saw tetapi mereka tidak tahu hakekatnya, bentuk serta konsekuensi dari cinta tersebut. Padahal semua itu telah dicontokan oleh generasi terbaik, seharusnya manusia yang ingin mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat harus mencontoh mereka.

Para sahabat dalam memahami cinta kepada Rasulullah Saw, membuktikan dengan segala pengorbanan, pembelaan dan konsekuensinya. Mereka tidak segan-segan mengorbankan harta yang paling mahal yang mereka miliki untuk membela Rasululah Saw. Dan cinta mereka kepada beliau melebihi cintanya kepada siapapun, sebagai realisasi dari hadits rawayat Imam Muslim dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda : ” Tidaklah seorang hamba beriman sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia.”

Mereka rela kehilangan harta kekayaan, jiwa, anak-anak, orang tua dan seluruh manusia, bahkan lebih baik kehilangan segala macam kenikmatan dari pada kehilangan Rasulullah Saw. Bagaimana sikap kaum Anshor pada perang Hunain, seperti diriwayatkan oleh Abu Said, ia berkata: ” Maka kaum Anshor menangis hingga air mata mereka membasahi jenggotnya dan
mereka mengatakan: kami rela menerima Rasulullah Saw menjadi bagian dan pemberian untuk kami.” Begitu juga Abu Thalha yang telah menjadikan nyawa sebagai taruhan untuk sang kekasihnya sehingga ia menyatakan kepada Rasulullah Saw pada waktu perang Uhud: ” Wahai Rasulullah Saw janganlah engkau memperlihatkan diri agar tak terkena anak panah pasukan musuh, cukuplah leherku yang menjadi tameng musuh asalkan leher engkau selamat.” Hal serupa juga dilakukan oleh Abu Dujanah sebagaiman yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Ishaq berkata:” Abu Dujanah pernah menjadikan dirinya sebagai perisai Rasulullah Saw dari panah musuh dengan merangkul Nabi sehingga panah musuh menancap dipunggungnya dan menghujam seluruh tubuhnya sementara ia tidak bergerak sama sekali.”

Kesenangan dan kegembiraan para sahabat untuk selalu berteman dan bersama Nabi dalam keadaan suka maupun duka terkadang diungkapkan dengan tetesan air mata, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Bakar ra, tatkala diminta untuk menemani beliau dalam hijrah.Abu Bakar ra, bukannya tidak tahu atau lupa bahaya dan resiko yang akan dihadapi dalam perjalanan hijrah, tetapi karena besarnya tekan dan keinginannya untuk menemani Nabi yang mulia maka ia justru menangis karena bahagia dan gembira bisa menjadi pendamping Rasulullah Saw dalam hijrah tersebut. Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar berkata:” Ibnu Ishaq menambahkan dalam riwayatnya bahwa Aisyah berkata:” Saya melihat Abu Bakar menangis dan saya tidak menyangka ada seorang yang menangis karena kegirangan.”

Tidak hanya pengorbanan cinta sebatas itu untuk melindungi keselamatan diri Rasululah Saw, tetapi pengorbanan jiwa dan raga para sahabat juga teruji dalam membela sunnah dan menegakan ajaran beliau sehingga tidak aneh jika empat ratus sahabat berjanji untuk mati bersama pada perang Yarmuk.

Prinsip para sahabat dalam membela agama sang kekasih mereka, terungkap dari pernyataan Ubadah bin shamit tatkala diutus kepada Muqauqis:” Tidaklah ada seorangpun diantara kita yang setiap pagi dan sore melainkan selalu berdoa memohon mati syahid dan hendaklah tidak kembali ke tanah airnya, bumi pertiwinya, keluarganya, atau anak-anaknya. Tidak seorangpun diantara mereka yang memikirkan nasib keluarganya kecuali karena mereka telah memasrahkan keluarga dan anak-anak mereka kepada Allah Swt dan mereka hanya memikirkan apa yang ada didepannya.”

Kewajiban mencintai Rasulullah Saw haruslah melebihi cinta kepada pertama: Diri sendiri, ini di riwayatkan oleh Imam Al- Bukhari dari Abdulah bin Hisyam bahwa ia berkata:” Kami pernah bersama Nabi Saw sementara beliau menggandeng tangan Umar bin Khaththab r.a, lalu Umar berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Maka Nabi Saw bersabda: “Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya! Hingga aku lebih engkau cintai daripada mencintai dirimu sendiri.” Maka Umar berkata kepadanya:” Sesungguhnya sekarang engkau lebih aku cintai dari pada diriku sendiri.” Nabi Saw bersabda:” Sekarang wahai Umar.”

Kedua: Orang tua dan anak, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:” Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, tidaklah diantara kalian beriman sehingga aku lebih dicintai daripada orang tua dan anaknya.”

Ketiga: Keluarga, harta dan seluruh manusia. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Tidak beriman seorang hamba sehingga aku lebih ia cintai daripada keluarga, hartanya, dan seluruh manusia.” Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak membutuhkan cinta kita, dan keberadaaan cinta kepada beliau, kita tidak menambah ketinggian dan kemuliaan beliau serta hilangnya cinta kita tidak pula mengurangi kedudukan dan kehormatan beliau, bagaimana tidak, bukankah beliau kekasih Allah Swt semesta alam.Tidak hanya itu, bahkan siapa yang mengikuti Nabi Saw, Allah Swt akan mencintai dan mengampuni dosa-dosanya sebagaiman firmanNya:” Katakanlah ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’.Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Imran:31).Oleh sebab itulah mencintai Nabi Saw akan mendatangkan
manisnya iman. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi talah bersabda:”Tiga perkara, barang siapa yang tiga hal tersebut berada dalam dirinya maka ia akan mendapatkan manisnya iman; hendaknya Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada selainnya, hendaklah ia mencinatai seseorang dan tidak mencintainya kecuali hanya karena Allah, dan hendaklah ia benci kembali kepada kekafiran seperti kebenciannya bila dilemparkan kedalam api.”

Arti manisnya iman sebagaiman yang telah disebutkan oleh para ulama adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada seluruh materi dunia. Selain akan merasakan manisnya iman, orang yang mencinatai Rasulullah Saw akan bersama beliau di akhirat. Imam Muslim dari Anas bin Malik ra, bahwa ia berkata:”Pernah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw lalu bertanya:’Wahai Rasulullah kapan hari kiamat datang?

Beliau berasabda:’ Apa yang kamu persiapkan untuknya?’ Ia menjawab:’Cinta kepada Allah dan cinta kepada RasulNya.’ Beliau bersabda:’Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.” Allahu Akbar ! betapa agungnya balasan orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw dan mengagungkan beliau.

Tanda-tanda mencintai Rasulullah Saw telah dibicarakan oeh para ulama, suatu contoh Ibnu Hajar berkata:”Termasuk tanda cinta kepada Nabi Saw di atas adlah bahwa seandainya disuruh memilih antara kehilangan dunia atau bertemu dengan Rasululah Saw kalau itu memungkinkan maka ia memilih kehilangan dunia dari pada kehilangan kesempatan untuk melihat beliau, ia merasa lebih berat kehilangan Rasul Saw dari pada kehilangan kenikmatan dunia, maka orang yang seperti itu telah mendapat sifat kecintaan di atas dan siapa yang tidak bisa demikian maka tidak berhak mendapat bagian dari buah cinta itu. Yang demikian itu tidak hanya terbatas pada persoalan cinta belaka bahkan membela sunnah dan menegakan syariat serta melawan para penentang-penentangnya termasuk amar ma’ruf nahi munkar.” Tanda cinta pertama adalah, Rindu Rasulullah Saw di atas segalanya. Sudah menjadi hal yang wajar bagi setiap orang, untuk selalu berhasrat dan berharap serta ingin bertemu dan berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya, barang siapa yang mencintai kekasih yang mulia Rasulullah Saw maka sangatlah rindu dan berharap bisa bertemu serta menemani beliau baik di dunia maupun di akhirat. Dia menunggu kebahagian dengan perasaan rindu dan cemas, jika disuruh memilih di antara Rasulullah Saw atau kenikmatan dunia, maka ia lebih memilih bertemu Rasulullah Saw, ia sangat bergembira untuk melihat wajah beliau yang bercahaya dan sangat senang serta bahagia bila bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau dan sangat takut bercampur cemas bila terhalang tidak bisa melihat dan bertemu beliau bahkan mengguyur deras air mata duka tatkala berpisah dengan beliau.

Cintanya kaum Anshor terhadap Rasulullah Saw telah ditunjukan oleh mereka dengan cara menyabut kedatangan beliau ke kota Madinah yang digambarkan dalam hadits Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Urwah bin Az-Zubair ra, sebagai berikut:”Orang-orang Islam di Madinah mendengar kepergian Rasulullah Saw dari kota Makkah, maka mereka hampir setiap pagi pergi keluar kota di padang pasir untuk menunggu kedatangan Nabi Saw dan tidak pulang ke rumah hingga terik matahari di siang hari mengusir mereka. Pada suatu hari karena lama menunggu, mereka kembali kerumah, setelah mereka sampai di rumah masing-masing, ada seorang yahudi yang mendaki ke tempat yang tinggi di salah satu benteng untuk melihat sesuatu, tiba-tiba ia melihat Rasulullah Saw bersama para sahabatnya mengenakan pakaian putih dari kejahuan menerobos fatamorgana. Sehingga tanpa disadari ia berteriak dengan suara yang tinggi:’ Wahai oranga-orang Arab inilah pemuka kalian yang kalian tunggu-tunggu’. Maka dengan serempak mereka berhamburan, membawa pedang untuk menyambut kehadiran Rasulullah Saw di tengah-tengah padang pasir.”

Subhanallah! Betapa dalam rasa rindu mereka ingin menyambut kehadiran Rasulullah Saw hingga mereka mondar-mandir setiap pagi ke padang pasir menunggu kehadiran beliau dan tidak pulang ke rumah hingga terik matahari di tengah siang yang mengusir mereka agar pulang ke rumah masing-masing.

Tanda cinta kedua; Mengorbankan harta dan jiwa demi Rasulullah Saw. Orang yang sedang bercinta, semangat membara, senang hati akan tidak segan-segan mengorbankan segala sesuatu baik berupa jiwa, kesenangan diri dan sesuatu yang paling berharga untuk sang kekasih. Begitu pula pecinta-pecinta Rasulullah Saw yang mulia dari kalangan sahabat, tinta sejarah telah menorehkan catatan emas tentang betapa tinggi pengorbanan dan pembelaan serta kesetiaan mereka terhadap beliau, sehingga orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw setelah merasakan dalam dada mereka kerugian yang tidak terhingga karena tidak mampu menggapai kebahagian yang teragung dan harapan yang amat mahal. Imam Ahmad meriwayatkan kepada kita dari Barra’ bin Azib berkata, Abu Bakar berkata”Pada waktu kami pergi hijrah, orang-orang sedang mengejar kita dan tidak ada yang dapat mengajar kami kecuali Surakah bin Malik bin Ju’tsum dengan mengendarai kuda. Saya berkata kepada Beliau Saw:’Wahai Rasululah Saw pencarian telah mampu mendapatkan kita?’Maka Beliau bersabda ‘Jangan kamu kawatir sesungguhnya Allah pasti bersama kita.’ Hingga dia telah mendekati kita dan jarak kami dengan dia kira-kira satu atau dua atau tiga tombak, Abu Bakar berkata: ‘Wahai Rasulullah Saw, Orang yang melakukan pencarian telah berhasil mengejar kita? Maka saya menangis?’. Beliau bertanya:’Kenapa kamu menangis?’ Saya menjawab: ‘Demi Allah, saya menangis bukan karena takut terhadap keselamatan diriku akan tetapi saya takut terhadap keselamatan diri engkau’. Barra’ berkata:’Maka Rasulullah Saw mendoakan keburukan atas Surakah denagan berdoa:”Ya Allah, cukupkanlah dia dari kami dengan sesuatu yang Engkau kehendaki.” Maka tiba-tiba kaki kuda Surakah terperosok ke dalam tanah yang keras hingga perut kuda menyentuh tanah.”

Tanda cinta ketiga; Tunduk terhadap perintah dan menjahui larangannya.Tidak dapat dipungkiri bahwa orang akan selalu taat kepada orang yang dicintainya, dia berusaha melakukan apa saja yang diinginkan oleh sekasihnya dan menghindari segala apa saja yang dibenci olehnya. Ia merasakan kenikmatan dan kelezatan yang tidak terhingga. Begitu juga orang yang mencintai Rasulullah Saw yang mulia, selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti jejak beliau, bersegerah mewujudkan perintah dan bersegerah menjahui larangan beliau. Betapa banyak kita dapatkan sikap-sikap indah yang tercermin dari perilaku sahabat yang mulia dan jujur dalam mencintai Rasulullah Saw. Orang-orang pecinta Rasulullah Saw bukan hanya sanggup meninggalkan suatu yang disenangi saja bahkan mereka sanggup meninggalkan kebiasaannya bertahun-tahun bahkan kebiasan yang mereka warisi secara turun-temurun, namun mereka
tidak menjadikan kebiasan itu sebagai hujjah untuk menentang perintah Rasulullah Saw seperti sikap kebanyakan kaum muslimin zaman sekarang ini. Allah Swt berfirman dalam surat An-Nur:51: “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min bila mereka dipanggil kepad Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan:’Kami dengar, dan kami patuhi’. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung,”

Tanda cinta keempat;membela sunnah dan memperjuangkan syariat. Sangat wajar bila orang selalu mengorbankan waktu, tenaga dan seluruh harta kekayaannya seperti pengorbanan yang dilakukan oleh kekasihnya. Rasulullah Saw telah mengorbankan seluruh pemberian Allah Swt baik berupa potensi, kemampuan harta dan jiwa untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam, dari penyembahan hamba kepada penyembahan Rabbnya hamba. Rasulullah Saw berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh Agar kalimat Allah Swt tinggi dan kalimat kekafiran hancur dan hina dan beliau berperang agar tidak muncul fitnah dan hanya agama Allah Swt yang tegak di muka bumi.Orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw mengikuti dan mencontoh jejak petunjuk beliau dalam semua itu, dengan suka rela mereka dengan bantuan dan karunia Allah Swt selalu siap mengorbankan seluruh potensi dan kemampuan, mempersembahkan harta dan nyawa untuk tujuan seperti tujuan yang ditempuh Rasulullah Saw, beliau mempersembahkan waktu, harta dan jiwa untuk itu.Allah berfirman: “Di antara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kapada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya).” (Al-Ahzab:23)

Tak terjangkau tinggi pekertimu

Tak tergambar indahnya Akhlakmu

Tak terbalas segala jasamu

Engkaulah Rasul, Rasul Mulia.

Pemateri: Ustz. Septi

Yang Membuat Seorang Istri Menarik

Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum

Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana “kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu” menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria

Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.

Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.

<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

3. Penyabar dan teguh hati

Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.

Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,”Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ….” Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf

Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.

Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.<!–[endif]–>

5. Empatif dan ringan tangan

Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif

Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.

Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.

7. Cerdas dan kreatif

Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah

Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

***

Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata …
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

To really love a woman,
To understand her,
You’ve got to know her deep inside …
Hear every thought,
See every dream,
And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms …
You know you really love a woman

Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams

 

Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007

Cinta

cinta adalah anugrah Allah yang dihembuskan ke dalam hati manusia, agar manusia dapat merasakan indah dan bahagia. Cinta adalah tetesan air kedamaian di hati, yang dengannya seseorang merasakan indahnya hidup dan betapa besar karunia-Nya. Karenanya cinta bukanlah sekedar sarana untuk meraih kesenangan, kenikmatan, keindahan hidup, tetapi juga jembatan untuk dapat sampai kepada kebahagiaan hakiki, yaitu meraih cinta dan kasih sayang – Nya ( El Sutha )

Cinta itu pada dasarnya fitrah dan suci, apabila cinta disalurkan dengan cara yang baik dan halal maka dia akan menjadi sebauh kekuatan yang menimbulkan kecintaan dan kerukunan  di seluruh penjuru dunia tapi kalau kita salah dalam menyalurkan cinta dan melakukan cara2 yang di larang Allah jadilah cinta sebatas nafsu, dan bisa berdampak menimbulkan kerusakan dan kehancuran.

So…. 

Percayakan hatimu pada Allah saja..
Karena apa yang indah di pandangan,
Hanya sebatas penglihatan manusia yang lemah.
Memang tak mudah percaya
Pada apa yang tidak tampak di mata
Tapi bukankah itu yang namanya IMAN??

Kadangkala ada bagian sisi hati yg isinya bayangan seseorang… Dapet jatah lahan hati, tapi kecil aza, boleh bertingkat sampai empat… Tapi jangan diperluas, jangan biarkan sedikitpun mengganggu lahan sisi hati untuk Illahi, jadi yg kecil tadi tuh noda2 di hati, namun boleh…Seluruh lahan hati milik Allah, yg dapet jatah kecil tadih ngontrak… bayarnya pake ibadah, tu juga tetep banyak utangnya walopun dibayar sebanyak apapun. Namun tenanglah, jika kita beriman… Allah Maha Pengampun.Ya Allah..ampuni hamba bila ada terlintas khilaf..pabila ada cinta yang tak semestinya dan apabila hamba berlebihan dalam urusan hamba.

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.